saling mengasihi

di rumah keluarga stefanus agus, kalangan baru
yohanes 15:9-17

mengapa tuhan memberi pesan secara berulang-ulang, tentang saling mengasihi, kepada para murid? bagaimana situasi murid waktu itu sehingga tuhan memberi tekanan pada masalah itu?
pesan-pesan ini diberikan tuhan menjelang masa sengsaranya. saat-saat terakhir sebelum berpisah. barangkali tuhan sudah bisa menduga bahwa para murid sepeninggalnya bakal terpecah-pecah karena perbedaan pandangan, lha wong ketika masih sugeng saja para murid sudah saling berebut untuk mengklaim siapa yang bakal duduk di sebelah-sebalahnya…

apa itu mengasihi dan mengapa SALING mengasihi dianggap penting?
bu sum menanyakan perbedaan mengasihi dan mencintai.
dalam bahasa yunani yang digunakan yohanes, di sana digunakan istilah agape, yakni mengasihi dalam arti kasih tuhan kepada manusia yang tanpa syarat, tanpa kondisi. kasih seperti ini harus dimiliki oleh para murid dan saling diberikan satu sama lain.
oleh sebab itu tidak heran bila tuhan berpesan untuk “…tinggallah di dalam kasihKU itu” karena memang itulah ciri khas kasih yang dimaksud tuhan, yakni kasih yang berasal darinya kepada manusia.
pak vicaris adhitya menambahkan bahwa kemampuan kita untuk mengasihi seperti itu [seperti bapa mengasihinya, dan ia mengasihi para muridnya] hanya bisa terjadi bila kita “tinggal di dalam kasihNYA” tadi. di luar itu kita mudah lelah, semplah dan putus asa.

pak sutoyo menambahkan, bila kita punya kemampuan mengasihi yang tanpa syarat tadi, maka kita tidak perlu menunggu adanya respons dari pihak yang kita kasihi. misalnya, mengasihi pohon, tanaman bunga, hewan piaraan… itu semua kita kerjakan tanpa pamrih. kita kerjakan melulu karena kita mengasihinya..
demikian pulalah mirip kasih seorang ibu pada anaknya yang “..hanya memberi, tak harap kembali

bayangkanlah, bila kita dalam gereja memiliki semangat untuk SALING mengasihi seperti itu, semua memberi tapi sekaligus menerima. semua memberi tanpa pamrih, tapi sekaligus menerima tanpa diduga.
bukankah demikian pula kasih tuhan kepada kita yang kita rasakan selama ini? tanpa kita minta, IA sudah memberi. karena pada dasarnya, tuhan memang mengasihi kita.
untuk itulah juga kita disebut tubuh kristus, karena di dalamnya melulu berisi orang-orang yang SALING MENGASIHI.

semoga kita memelihara karunia ini.
amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s