merasa bersalah itu berat, sedangkan menyalahkan itu mudah.
akhir-akhir ini dunia perpolitikan nasional dipenuhi oleh cercaan pada pihak lain, kecaman terhadap partai atau golongan lain, sehingga masing-masing pelaku nampak paling benar dan pihak lain ditampilkan sebagai pihak yang salah.
menghina adalah mengecilkan -atau merendahkan- pihak lain. efek yang timbul adalah si pencerca berkesan menggelembung, nampak besar dan benar. cara-cara ini sering dilakukan bila kita sedang terpojok atau berada di posisi yang salah: mungkin kita mengerjakan sesuatu tidak mengikuti prosedur, kita keliru omong ke orang lain, bersikap tidak sopan, dan kesalahan-kesalahan lain, maka kita lalu berkelit dengan menyalahkan situasi, menyalahkan aturan main, menyalahkan pihak-pihak di luar diri kira. semoga dengan begitu, perasaan salah di pihak kita terobati. kita agak diringankan dari beban merasa bersalah.
tapi itu tidak menyelesaikan masalah. itu gelembung kosong seperti perut katak kenthus yang digelembungkan biar binatang lain takut. kementhus -atau perilaku meniru kenthus tadi- hanya dalih. tugas kita justru sebaliknya: tidak membuat pihak lain dipersalahkan, tapi kita membantu agar mereka diringankan, disenangkan.

“Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya”
[Roma 15:2]

Iklan